![]() |
Mau Cuan dari Stablecoin? Ini Daftar Stablecoin yang Bisa Kamu Staking dan Kasih Yield Tinggi di 2025! (Foto: Pixabay) |
KRIPTO.BIZ.ID - Kalau kamu udah lama main kripto, pasti nggak asing lagi sama yang namanya stablecoin. Tapi buat kamu yang baru nyemplung, stablecoin itu ibarat "tabungan digital" yang nilainya stabil karena dipatok ke aset tertentu, biasanya dolar AS (USD). Nah, serunya, sekarang stablecoin nggak cuma buat parkir duit doang. Kamu juga bisa staking atau lending stablecoin buat dapet cuan pasif alias yield. Mantap, kan?
Di tahun 2025 ini, makin banyak platform—baik CeFi (Centralized Finance) maupun DeFi (Decentralized Finance)—yang kasih imbal hasil menarik buat para holder stablecoin. Yuk, kita bahas satu per satu stablecoin yang bisa kamu staking dan berapa yield yang bisa kamu dapetin!
1. USDT (Tether)
Siapa sih yang nggak kenal USDT? Ini stablecoin paling populer dan paling banyak dipakai di seluruh dunia kripto. Dipatok ke dolar AS, USDT jadi pilihan utama buat para trader karena likuiditasnya tinggi dan gampang dicairin.Tapi yang seru, di Binance Earn, kamu bisa staking USDT dan dapet yield hingga 24% APR lewat produk investasi khusus yang dirilis pada Desember 2024. Nggak cuma itu, ada juga bonus APR bertingkat hingga 7% buat pengguna tertentu. Wah, lumayan banget buat stablecoin yang nilainya anteng!
2. USDC (USD Coin)
Kalau kamu lebih suka yang transparan dan punya dukungan institusi besar, USDC bisa jadi pilihan kamu. Dikelola oleh Circle dan didukung Coinbase, USDC terkenal dengan audit yang rutin dan reputasi yang solid.USDC bisa kamu staking di berbagai platform DeFi seperti Aave dan Compound. Yield-nya? Jangan salah, bisa tembus 19% APY di Aave dan 15% APY di Compound. Ini termasuk tinggi banget buat ukuran stablecoin. Kalau kamu pengen main aman tapi tetap mau dapet cuan, USDC di DeFi patut dicoba.
3. DAI
DAI ini unik karena merupakan stablecoin terdesentralisasi yang nggak bergantung pada bank sentral atau perusahaan tertentu. DAI dijamin oleh aset kripto seperti ETH dan diterbitkan oleh MakerDAO. Keren, kan?Kamu bisa simpen DAI kamu di DAI Savings Rate (DSR)—fitur resmi dari MakerDAO. Per Januari 2025, DSR naik dari 1% jadi 3,3%, bikin DAI makin kompetitif dibanding stablecoin lainnya. Selain itu, DAI juga bisa dipakai di berbagai platform DeFi lain buat dapetin yield lebih tinggi.
4. FDUSD (First Digital USD)
FDUSD adalah pendatang baru yang makin populer, apalagi sejak Binance gencar promosikan token ini. Walaupun belum seterkenal USDT atau USDC, FDUSD punya potensi yang cukup menjanjikan.Di Binance Flexible Earn, kamu bisa dapetin APY sekitar 1,78% per Januari 2025. Nggak terlalu tinggi memang, tapi stabil dan cocok buat kamu yang pengen staking dengan risiko minimal. Dan karena FDUSD makin banyak dipakai di ekosistem Binance, ada kemungkinan yield-nya bakal naik di masa depan.
5. sUSD (Synthetix USD)
Kalau kamu main di dunia DeFi yang lebih advance, pasti kenal sama Synthetix. Mereka punya stablecoin sendiri bernama sUSD yang juga bisa kamu staking di platform seperti Aave v2 dan v3.Di Aave v2 Ethereum, yield sUSD pernah tembus 66% APY karena tingkat peminjaman (borrow utilization) yang sangat tinggi. Ini bikin sUSD jadi opsi menarik buat kamu yang pengen yield besar, walaupun tentu aja ada risiko lebih besar juga dibanding stablecoin konvensional.
Kenapa Yield Bisa Tinggi Banget?
Mungkin kamu bertanya-tanya, kok bisa yield-nya sampai belasan bahkan puluhan persen? Jawabannya terletak pada permintaan pinjaman yang tinggi, terutama di platform DeFi. Orang-orang yang minjem stablecoin ini bayar bunga, dan bunga itu yang kamu terima sebagai pemilik dana yang dipinjamkan.Tapi tentu aja, makin tinggi yield, makin tinggi juga potensi risikonya. Misalnya, platform bisa kena exploit, atau token bisa kehilangan patokan (depeg). Jadi kamu tetap harus hati-hati dan lakukan riset sebelum terjun.
CeFi vs DeFi: Mana yang Lebih Cocok?
Buat kamu yang suka kemudahan dan nggak mau ribet, CeFi (seperti Binance, Kraken, Coinbase) bisa jadi pilihan. Cukup beberapa klik, duit kamu langsung mulai kerja. Tapi biasanya yield-nya lebih rendah dan kamu harus percaya penuh sama platform-nya.Sementara itu, DeFi kasih kamu kendali penuh atas dana kamu. Kamu bisa staking di Aave, Compound, Curve, atau MakerDAO, dan potensi yield-nya bisa jauh lebih tinggi. Tapi kamu juga harus paham cara kerja wallet seperti MetaMask, cara konek ke protokol, dan risiko teknis lainnya.
Tips Biar Staking Kamu Makin Cuan dan Aman:
- Diversifikasi: Jangan masukin semua stablecoin kamu di satu platform. Sebar di beberapa tempat buat ngurangin risiko.
- Pilih platform tepercaya: Cek reputasi, audit, dan review platform sebelum kamu staking atau lending.
- Pantau yield secara berkala: APY bisa berubah kapan aja tergantung kondisi pasar. Jangan sampai kamu dapet yield rendah padahal bisa dapet lebih tinggi di tempat lain.
- Waspadai rug pull dan depeg: Pastikan stablecoin yang kamu pegang punya cadangan dan mekanisme yang jelas buat jaga nilai tetap stabil.
Kesimpulan: Saatnya Duit Kamu Bekerja!
Tahun 2025 jadi era di mana stablecoin bukan cuma jadi tempat parkir uang, tapi juga mesin penghasil cuan pasif. Dengan pilihan seperti USDT, USDC, DAI, FDUSD, sampai sUSD, kamu punya banyak opsi buat staking atau lending sambil tetap tidur nyenyak tanpa mikir harga naik-turun kayak BTC atau ETH.
Tapi ingat, selalu DYOR (Do Your Own Research). Jangan asal FOMO, apalagi cuma ngikutin hype. Kripto itu penuh peluang, tapi juga penuh tantangan.
Kalau kamu pengen tahu platform terbaik buat staking stablecoin favorit kamu hari ini, tinggal klik dan cek daftar yield real-time-nya. Siapa tahu, kamu bisa jadi next sultan dari cuan pasif stablecoin!
0 Comments